from Iwan’s Hearth and Brain

Entries categorized as ‘Uncategorized’

Hak Anak

August 22, 2008 · Leave a Comment

Ini adalah tulisan saya untuk Rubrik Hikmah di Republika yang belum (sempat dipublish) oleh redaksinya…(ha2, mungkin  tulisan saya ga bagus ya?) Ya ga pa2, namanya juga belajar …

Oleh : Iwan Mulyana

Dalam hidupnya, Rasulullah adalah seorang yang sangat penyayang anak. Ia dengan kelembutan hati dan prilakunya sering kali mengajak cucunya Hasan dan Husein bermain dan bercanda dalam suasana penuh kelembutan. Beliau juga tak segan mengajak dan membawa cucu-nya itu ke mesjid. Bahkan dalam suatu waktu pernah membiarkan salah satu dari dua cucunya itu berada di atas punggungnya pada saat beliau sedang menjadi imam. Sampai-sampai rukunya lebih panjang daripada biasanya.

Dari sikapnya yang lembut dan sayang kepada anak itu, mengisyaratkan bahwa anak adalah suatu yang istimewa di mata Islam. Istimewa bagaimana melihatnya secara proporsional yaitu bagaimana memperlakukannya, memberinya makan, mendidiknya, dan membesarkannya. Tak ada cara lain bagaimana harus mendidik dan membesarkan anak selain dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Sudah banyak contoh anak yang lahir dan dibesarkan dalam tekanan dan kekerasan akan menghasilkan pemuda yang tak punya hati, kasar, dan tidak jarang menjadi seorang kriminal. Maka, hak anak adalah jelas. Dalam suatu riwayat seseorang datang kepada Rasulullah dan bertanya, “Ya Rasulullah, apa hak anakku ini?” Rasulullah menjawab, “Memberinya nama yang baik, mendidik adab yang baik, dan memberinya kedudukan yang baik (dalam hatimu).” (HR. Aththusi).

Anak adalah ciptaan Allah SWT yang akan lahir dan menjadi besar seperti apa nantinya tergantung kepada bagaimana cara orang tuanya mendidik dan membesarkannya. Apakah mau menjadi seorang yang baik dan buruk. Apakah mau menjadi seorang pahlawan atau pecundang. Apakah mau jadi mukmin, munafik, atau kafir. Dalam suatu hadits disebutkan : “ Tiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci (fitrah-Islami). Ayah dan ibunya-lah kelak yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi (penyembah api dan berhala). (HR. Bukhari)

Atas hal itu, orang tua adalah menjadi faktor terpenting dalam hal pembangunan akhlak dan mental seorang anak, selain tentunya guru di sekolah, lingkungan pergaulan, dan lingkungan rumah. Atas tanggung jawab ini kelak Allah akan meminta pertanggungjwaban banyak orang tua di akhirat kelak.

Anak, bagaimanapun tidak dapat dipersalahkan kelak jadi apa dia jika orang tuanya tidak mendidiknya dengan baik berdasarkan syariah yang digariskan Allah dan Rasulullah. Apa hak seorang orang tua menuntut anaknya menjadi seorang yang saleh jika dalam memberi nafkahnya saja dari harta hasil korupsi? Apa hak seorang bapak menuntut anaknya menjadi seorang pribadi yang santun dan sukses, jika ia sendiri tidak menjaga martabatnya dengan berbuat asusila dan maksiat lainnya. Sungguh, nafkah dan harta yang dibawa orang tua dan prilakunya, semuanya akan berpengaruh kepada anaknya.

Cintailah anak-anak dan kasih sayangilah mereka. Bila menjanjikan sesuatu kepada mereka tepatilah. Sesungguhnya yang mereka ketahui hanya orang tuanyalah yang memberi mereka rezeki. Bapak, ibu, sudahkan kita berintrospeksi untuk kesalehan dan kesuksean anak kita? Semoga kita menjadi pribadi yang menjadi teladan bagi anak-anak kita dan menjawab dengan mantap atas permintaan tanggung jawab Allah diakherat kelak. Amin …

Penulis :
Nama : Iwan Mulyana
Domisili Komplek PLN No. 39
Jl Asem II Buntu, Cipete Selatan
Jakarta Selatan

Phone HP : 081514402199

Categories: Uncategorized

Allah Mengetahui

November 6, 2007 · Leave a Comment

Hmm… Ini bukan karya saya. Saya juga tidak tahu, siapa penulisnya. Tapi karena bagus saya posting deh..Mudah2an berguna.

Saat kau lelah dan tak berdaya karena usaha yang gagal
Allah tahu betapa gigih engkau telah berusaha

Ketika sekian lama kau menangis dan batinmu menderita
Allah telah menghitung tangismu

Saat kau rasa hidupmu tak menentu dan waktu terus meninggalkanmu
Allah menunggu bersamamu

Ketika kau kesepian dan kawanmu terlalu sibuk meski hanya untuk menelpon
Allah berada di sisimu

Saat kau telah mencoba segala sesuatu dan tak tahu harus berbuat apa lagi
Allah memiliki jalan keluarnya

Ketika semuanya tak masuk akal dan engkau merasa bingung atau frustasi
Allah memiliki jawabannya

Saat tiba-tiba hidupmu lebih cerah dan kau temukan secercah harapan
Allah telah berbisik kepadamu

Ketika semuanya berjalan lancar dan banyak yang harus kau syukuri
Allah telah memberkahimu

Saat kegembiraan datang dan engkau merasa terpesona
Allah tersenyum kepadamu

Ketika kau punya cita-cita dan mimpi untuk diwujudkan
Allah telah membuka matamu dan memanggil namamu

Ingatlah, dimanaapun engkau dan apapun yang kau hadapi
Allah mengetahui

Categories: Uncategorized

Hello world!

November 5, 2007 · 1 Comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Categories: Uncategorized